Caption : Sejumlah Ponsel yang Tertahan dari Perairan laut Keranggan, Mentok. (ft/ist).

By Kak_prim.
Terpublikasikan, Rabu (29/7/26).

Dahulu pada masanya sejumlah ponton selam alias ponsel itu tertahan karena ditangkap oleh polisi setempat, yang membuat para pemilik ponsel tersebut seakan menjadi sesosok manusia yang sangat arif dan bijaksana.

Namun kini sosok yang arif dan bijaksana ini menjelma kembali layaknya superhero yang lagi-lagi merasa kebal terhadap hukum yang berlaku, padahal mereka sendiri tahu konsekuensi hukum apabila kembali menari-nari diatas persoalan hukum mereka.

Secarik kertas bukanlah alat untuk tidak lagi mengulang hal yang sama pada masa yang lainnya, tertahan dan tertangkapnya rekan-rekan mereka yang hingga kini masih mendekam juga tak membuat gentar.


#Sejumlah ponsel pada beberapa hari yang lalu terekam kamera jurnalis.

Bak kisah sebuah cerita seorang sosok superhero GABAN yang hanya bisa disimak dalam sebuah layar televisi hitam putih tak bewarna yang pada waktu itu hanya dapat dimiliki oleh para kaum berada alias mumpuni.

Adalah serial GABAN, pahlawan fiksi di era 1980-an pada televisi hitam dan putih yang hanya dapat disaksikan oleh sebagian kalangan anak kecil dengan membayar sejumlah uang senilai Rp.500 perak.

Melalui mesin pemutar kaset Betamax, anak-anak di Indonesia disajikan betapa heroiknya superhero asal Jepang ini yang terkenal dengan baju zirah besi saat bertarung menghadapi alien jahat dari Kekaisaran Makuu.

Namun era itu telah berlalu dimana anak-anak di Indonesia saat ini dihadapkan pada derasnya kemajuan tekhnologi dunia, dan semakin kencangnya nilai tukar dolar Amerika terhadap rupiah Indonesia.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin melambungkan harga beli pasir timah di kalangan kolektor yang diduga menjadi pemicu para penambang yang telah memiliki perjanjian kepada pihak berwajib kembali mengulanginya.

Tentunya, sebagai pemegang mandat dari surat perjanjian tersebut mereka mempunyai kewajiban untuk menjaganya dan memberikan contoh yang baik kepada rekan-rekan penambang lainnya agar tidak berurusan dengan produk hukum.

Namun apalah artinya sebuah perjanjian yang ditandatangani dengan goresan tinta diatas secarik kertas itu, toh kebutuhan hidup pada saat ini seakan membawa mereka melupakan apa yang telah terjadi. (Red/kak_prim).

Bersambung bak serial Gaban.