Sebuah informasi faktual mencengangkan redaksi Kiiilatnews.com pada Minggu (20/8/26) siang, pasalnya sebuah nama yang beberapa pekan kemarin sempat menghilang kini kembali mencuat.
Sebut saja mister guys, sapaan redaksi kepada salah seorang penambang ketika bertegur sapa melalui pesan WhatsApp seusai meninggalkan kediaman AHEW salah seorang pembeli timah dari laut Dusun Tanjung ular, Mentok.
“Lah balik bg (wartawan_red), kmrn dari rumah AHEW lah nganter timah, dapat sedikit nyelam tadi, di bayar 195, mhal bg..lumyan lh,” sebut penambang.
Nama AHEW seperti diketahui redaksi dari berbagai sumber merupakan warga Dusun setempat, dan di kalangan masyarakat penambang sekitar sudah tidak asing lagi, serta pernah tayang pada redaksi ini.
Bahkan terbaru, APH setempat telah menggelar penertiban yang bersifat himbauan namun tak menyurutkan niat penambang untuk beraktivitas kembali meski jelas tak mengantongi ijin resmi.
Kemudian berdasarkan informasi yang diterima redaksi pada paragraph di atas, APH kembali dituntut untuk aktif memberikan kehadirannya pada kegiatan yang jelas-jelas tersebutkan tanpa ijin alias ilegal.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan data awal di lapangan. Investigasi kami masih terus berjalan untuk menelusuri siapa sebenarnya pemegang kendali dan penanggung jawab di lokasi ilegal ini.
Dan hingga berita ini terpublikasikan AHEW sendiri belum menjawab pertanyaan konfirmasi redaksi yang ditandai dengan centang satu pada ruang pesan WhatsAppnya di nomer handphone *0822-8**9-***2*.
Tentunya redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang merasa dilibatkan dalam penyampaian informasi ini melalui hak jawab berdasarkan UU no 40 tahun 1999 tentang pers.
Redaksi Kiiilatnews.com.






